berita

7 Adab serta Tata Metode Memandikan Jenazah Beserta Doanya

Posted by bowoulankro.com

Seseorang muslim sebetulnya mempunyai kewajiban atas saudaranya yang lain. Semacam yang tercantum dalam hadist, salah satu kewajibannya merupakan mengiringi jenazah kerabat muslim yang wafat.

عَنْأَبِيهُرَيْرَةَ-رضياللهعنه-قَالَرَسُولُاَللَّهِ-صلىاللهعليهوسلم–حَقُّاَلْمُسْلِمِعَلَىاَلْمُسْلِمِسِتٌّ:إِذَالَقِيتَهُفَسَلِّمْعَلَيْهِ,وَإِذَادَعَاكَفَأَجِبْهُ,وَإِذَااِسْتَنْصَحَكَفَانْصَحْهُ,وَإِذَاعَطَسَفَحَمِدَاَللَّهَفَسَمِّتْهُوَإِذَامَرِضَفَعُدْهُ,وَإِذَامَاتَفَاتْبَعْهُ

Maksudnya:” Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia mengatakan kalau Rasulullah SAW bersabda,” Hak muslim kepada muslim yang lain terdapat 6.” Dia bersabda,”( 1) Apabila engkau berjumpa, ucapkanlah salam kepadanya;( 2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya;( 3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya;( 4) Apabila ia bersin kemudian ia menyanjung Allah( mengucapkan alhamdulillah), doakanlah ia( dengan mengucapkan yarhamukallah);( 5) Apabila ia sakit, jenguklah ia; serta( 6) Apabila ia wafat dunia, iringilah jenazahnya( hingga ke pemakaman).”( HR Muslim).

Menyertai jenazah dapat dengan berjalan di balik ataupun samping mulai dari turut menyolatkan sampai pemakaman. Tadinya, jenazah wajib dimandikan serta dibungkus kain kafan terlebih dahulu cocok tuntunan hadist salesmanagersandiegohills.com .

Berikut tata carea memandikan jenazah beserta doa serta hadistnya.

1. Hukum memandikan jenazah

Dalam Islam, hukum memandikan jenazah merupakan fardhu kifayah dengan keluarga menemukan prioritas utama. Fardhu kifayah merupakan apabila satu orang telah melaksanakannya hingga kewajiban yang lain gugur.

اغْسِلُوْهُبِمَاءٍوَسِدْرٍوَكَفِّنُوْهُفِيْثَوْبَيْهِوَلاَتُخَمِّرُوْارَأْسَهُفَإِنَّاللهَيَبْعَثُهُيَوْمَالْقِيَامَةِمُلَبِّياً

Maksudnya:” Mandikanlah dirinya dengan air serta daun bidara. Dan kafanilah dengan kedua lembar pakaiannya serta jangan kamu tutup kepalanya. Sebab sebetulnya Allah hendak membangkitkannya pada hari Kiamat dalam kondisi bertalbiyah.”( HR Muslim).

2. Jenazah yang harus dimandikan

Terdapat 4 kalangan jenazah yang harus dimandikan buat mensterilkan najis serta kotoran saat sebelum dikuburkan. Kalangan tersebut merupakan jenazah muslim ataupun muslimah, terdapat badannya, tidak jenis mati syahid, serta bukan balita yang wafat sebab keguguran. Tetapi bila bakal anak yang wafat sudah berumur lebih dari 4 bulan harus dimandikan, dibungkus kafan, serta disholatkan.

وَالطِّفْلُ(وفيرواية:السِّقْطُ)يُصَلَّىعَلَيْهِوَيُدْعَىلِوَالِدَيْهِبِالْمَغْفِرَةِوَالرَّحْمَةِ

Maksudnya:” Seseorang anak kecil( serta dalam satu riwayat, bakal anak yang mati keguguran), ia dishalatkan serta didoakan buat kedua orang tuanya dengan ampunan serta rahmat.( HR Abu Dawud serta At Tirmidzi).

3. Jenazah yang tidak harus dimandikan

Jenazah yang wafat dalam keadaan berperang di jalur Allah SWT tidak butuh dimandikan saat sebelum dikubur. Jenazah mereka yang terbunuh( syahid marakah) dapat langsung dikuburkan walaupun masih terdapat bintik darahnya. Berikut hadistnya semacam yang dinarasikan Jabir.

أَنَّالنَّبِيَصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَمَرَبِدَفْنِشُهَدَاءِأُحُدٍفِيدِمَائِهِمْوَلَمْيُغَسَّلُوْاوَلَمْيُصَلَّعَلَيْهِمْ

Maksudnya:” Bahwasanya Nabi Muhammad SAW memerintahkan buat mengubur para syuhada Uhud dalam( bintik- bintik) darah mereka, tidak dimandikan serta tidak dishalatkan.( HR Angkatan laut(AL) Bukhari).

4. Ketentuan orang yang memandikan jenazah

Mereka yang hendak memandikan jenazah wajib penuhi ketentuan berikut ialah muslim, berakal, balik, jujur serta saleh, terpercaya serta amanah, ketahui hukum memandikan, adab, serta tata metode memandikan jenazah, seta menutup aib. Ketentuan ini pernah disinggung Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya.

لِيَغْسِلْمَوْتَاكُمْالْمَأْمُوْنُوْنَ

Maksudnya:” Hendaklah jenazah- jenazah kamu dimandikan oleh orang yang bisa dipercaya.”( HR Ibnu Majah).

5. Mereka yang dapat memandikan

Cocok dengan sifatnya yang fardhu kifayah, hingga timbul urutan mereka yang dapat memandikan jenazah. Bila mereka yang diutamakan talah turut memandikan jenazah, hingga kewajiban yang lain gugur. Berikut urutannya

a. Buat jenazah pria:

1. Pria yang masih terdapat ikatan keluarga dengan jenazah misal kakak, adik, keluarga, ataupun kakek

2. Istri

3. Pria yang tidak terdapat ikatan kekerabatan

4. Wanita yang masih muhrim

b. Buat jenazah wanita:

1. Suami

2. Wanita yang masih terdapat ikatan keluarga dengan jenazah misal kakak, adik, keluarga, ataupun nenek

3. Wanita yang tidak terdapat ikatan kekerabatan

4. Pria yang masih muhrim

6. Hasrat memandikan jenazah

Saat sebelum memandikan jenazah yakinkan membaca hasrat terlebih dahulu dalam hati. Berikut teks hasrat, yang ialah bagian dari tata metode memandikan jenazah beserta doanya latin serta Arab.

a. Buat jenazah laki- laki

نَوَيْتُالْغُسْلَاَدَاءًعَنْهذَاالْمَيِّتِِللهِتَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla adaaan haa- dzal mayyiti lillahi taaala

Maksudnya:” Aku hasrat memandikan buat penuhi kewajiban dari mayit( pria) ini sebab Allah Taala.”

b. Buat jenazah perempuan

نَوَيْتُالْغُسْلَاَدَاءًعَنْهذِهِالْمَيِّتَةِِللهِتَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla adaaan an haadzihil mayyitati lillaahi taaala

Maksudnya:” Aku hasrat memandikan buat penuhi kewajiban dari mayit( wanita) ini di karenakan Allah Taala.”

7. Sesi memandikan jenazah

Langkah- langkah memandikan jenazah ini jadi bagian dari tata metode memandikan jenazah wanita serta pria. Berikut tahapnya,

a. Cek kuku jenazah, apabila panjang hendaknya dipotong sehingga ukurannya normal

b. Cek rambut ketiak, bila panjang hendaknya dicukur terlebih dahulu. Buat rambut kemaluan tidak butuh ditilik ataupun dicukur

c. Berikutnya, kepala jenazah dinaikan hingga separuh duduk setelah itu perutnya ditekan sehingga seluruh kotoran keluar dari tubuh

d. Segala badan jenazah disiram sehingga kotoran yang keluar dari perut tidak terdapat yang melekat di tubuh

e. Kemaluan serta dubur pula wajib dibersihkan sehingga tidak terdapat kotoran yang melekat di bagian tersebut

f. Dikala mensterilkan kemaluan serta dubur hendaknya memakai sarung tangan biar tidak memegang langsung zona privat tersebut

gram. Sehabis kotoran dalam perut telah bersih, sesi berikutnya merupakan membilas badan korban bagian kanan terlebih dahulu mulai dari kepala, leher, dada, perut, paha, sampai kaki sangat ujung

h. Kala membilas, bagian badan pula wajib digosok lama- lama dengan handuk halus

i. Bila telah berakhir, orang yang memandikan bisa menolong jenazah wudhu semacam kala hendak sholat. Tetapi tidak butuh memasukkan air ke hidung serta mulut, lumayan dengan membasahi bagian tersebut dengan kain ataupun sarung tangan. Berikutnya bibir, gigi, serta kedua lubang hidung jenazah wajib dibersihkan.

j. Jenggot serta rambut jenazah wajib dicuci dengan air yang dicampur daun bidara, yang sisanya dapat digunakan membilas badan jenazah

k. Bila telah berakhir, badan jenazah dikeringkan dengan handuk serta proses berikutnya merupakan mengkafani jenazah.

Nabi Muhammad SAW pernah mengantarkan hadist seputar memandikan mayat berikut pemakaian air bidara. Berikut hadistnya yang dapat jadi panduan dikala memandikan mayat.

اغْسِلُوْهُبِمَاءٍوَسِدْرٍوَكَفِّنُوْهُفِيْثَوْبَيْهِوَلاَتُخَمِّرُوْارَأْسَهُفَإِنَّاللهَيَبْعَثُهُيَوْمَالْقِيَامَةِمُلَبِّياً

Maksudnya:” Mandikanlah dirinya dengan air serta daun bidara. Dan kafanilah dengan kedua lembar pakaiannya serta jangan kamu tutup kepalanya. Sebab sebetulnya Allah hendak membangkitkannya pada hari Kiamat dalam kondisi bertalbiyah.”( HR Muslim).

Memandikan mayat sesungguhnya lumayan dicoba satu kali, tetapi dapat lebih bila dipertimbangkan butuh. Bertikut hadist terpaut berapa kali mayat hendaknya dimandikan.

اغْسِلْنَهَاثَلاَثاًأَوْخَمْساًأَوْسَبْعاًأَوْأَكْثَرَمِنْذَلِكَإِنْرَأَيْتُنَّ

Maksudnya:” Mandikanlah ia 3, 5 ataupun 7 kali, ataupun lebih banyak dari itu bila kamu memandangnya butuh.”( HR Bukhari).

Sehabis dimandikan, tubuh jenazah hendaknya diberi wangi- wangian misal kafur ataupun sejenisnya. Bila memandikan telah berakhir, hingga sesi berikutnya merupakan mengkafani saat sebelum mayat disholatkan serta diantar ke pemakaman.

Leave A Comment