berita

Tujuh simpatisan pimpinan FPI menetapkan tersangka atas kepemilikan senjata

Posted by bowoulankro.com

Semua sudah dibebaskan, kecuali lima orang yang tertangkap membawa senjata tajam dan dua orang lagi yang kedapatan membawa mariyuana

Polisi Jakarta menetapkan tujuh dari 455 simpatisan Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka Habib Rizieq Shihab karena diduga membawa senjata tajam dan obat-obatan terlarang dalam demonstrasi damai di Jakarta Pusat pada 18 Desember.

“Semua sudah dibebaskan, kecuali lima orang yang tertangkap membawa senjata tajam, dan dua orang lagi yang kedapatan membawa ganja,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Senator Coms. Yusri Yunus seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Senin.

Pada hari Jumat, 18 Desember, ratusan Muslim berbondong-bondong ke Jalan Thamrin di Jakarta Pusat untuk bergabung dengan apa yang disebut “demonstrasi 1812” untuk menuntut pembebasan segera pemimpin FPI, yang saat ini ditahan oleh polisi Jakarta karena kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Diorganisir oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Gerakan Nasional Pengamanan Fatwa Ulama (GNPF), dan FPI, para pengunjuk rasa yang berencana menggelar aksi damai di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat, disalurkan oleh polisi Berita Teknologi Terbaru .

Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin unjuk rasa karena kekhawatiran munculnya cluster baru pandemi virus Corona yang sedang berlangsung yang menyeret Indonesia ke dalam krisis kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Menurut Yunus, tersangka yang membawa senjata tajam ditangkap di Tangerang, Provinsi Banten, dan Jakarta Utara, sedangkan dua lainnya ditangkap di Depok, Provinsi Jawa Barat.

Kecuali tersangka dalam kasus kepemilikan senjata tajam dan obat-obatan, sebagian besar simpatisan Shihab ditahan selama 24 jam. Mereka kemudian dibebaskan setelah diinterogasi dan didaftarkan oleh penyidik ​​polisi.

Namun, dalam upaya untuk menghentikan munculnya gugus baru setelah aksi unjuk rasa, polisi melakukan uji cepat besar-besaran terhadap 455 pengunjuk rasa yang ditangkap. Polisi melaporkan bahwa 28 menerima hasil “reaktif” dalam pengujian cepat mereka.

Mereka dibebaskan tetapi tidak diizinkan pulang. Mereka malah dibawa ke rumah sakit darurat Wisma Atlet COVID-19 untuk menjalani tes usap untuk memastikan apakah mereka tertular penyakit virus corona baru, kata Yunus Kunci Jawaban Brain Out .

Pada Kamis (17/12), atau sehari sebelum unjuk rasa besar-besaran atas penangkapan Shihab di Jakarta dan beberapa kota lain di Jawa, termasuk Tasikmalaya dan Yogyakarta, dua staf Kedutaan Besar Jerman mengunjungi sekretariat FPI di Petamburan.

Anggota staf kedutaan bertemu dengan Sekretaris Jenderal FPI Munarman, yang dikutip oleh laporan media lokal mengatakan bahwa mereka menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kematian enam pengawal FPI Shihab pada 7 Desember 2020.

Menanggapi langkah tersebut, Kementerian Luar Negeri RI telah memanggil perwakilan Kedutaan Besar Jerman pada Minggu (20/12) untuk mengajukan protes.

Baca Juga : Madu – Sumber Nutrisi Anak

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh atas kematian enam anggota FPI tersebut.

Menurut Kapolres Metro Jakarta, Insp. Jenderal Fadil Imran, petugas penyidik ​​polisi yang sedang jaga menembak mati enam anggota FPI karena menyerang mereka dalam insiden yang terjadi pada pukul 00.30 pada 7 Desember di KM 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Saat itu, petugas sedang menjajaki informasi kemungkinan mobilisasi massa yang akan diperiksa Shihab oleh Polda Metro Jaya, ujarnya.

Polda Metro Jaya telah memanggil Shihab karena diduga melanggar protokol kesehatan COVID-19 dalam pernikahan putrinya yang bertepatan dengan maulid, yang menandai hari lahir Nabi Muhammad, sehingga menimbulkan keramaian.

“Saat petugas Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga membawa pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab), kendaraan petugas dicegat dan kemudian diserang dengan senjata api dan senjata tajam,” kata Imran.

Kapolda Metro Jaya memastikan dari 10 penyerang, enam tewas dalam penembakan itu, sementara empat lainnya melarikan diri.

Imran membenarkan, tidak ada korban atau korban luka dari pihak kepolisian, padahal kendaraan mereka mengalami kerusakan setelah tertabrak kendaraan pengangkut anggota FPI yang melepaskan tembakan.

Namun, FPI membantah anggapan bahwa anggotanya pernah menyerang polisi dengan alasan tidak bersenjata.

“Anggota FPI tidak punya senjata api. Tidak mungkin baku tembak,” kata Munarman, Sekretaris Jenderal FPI, dalam jumpa pers.

Menegaskan penembakan fatal itu merupakan pembunuhan di luar proses hukum, Munarman mendesak agar dibentuk tim pencari fakta independen yang melibatkan Komnas HAM untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tersebut.

Leave A Comment